div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Jumat, 25 Desember 2009

beri aku selintas tahu

.
dalam satu lecutku
kembali terseruak egoku
dan kuucapkan padamu
apa sesungguhnya untukku
apa sebenarnya jalanku


beri aku selintas tahu
agar aku tidak terus termangu
atas arah yang harus kutuju
agar aku tidak terus meminta
atas apa yang bukan untukku
agar aku tidak terus berharap
atas apa yang tak kan kudapat


beri aku selintas tahu
adakah benar jalan yang kutuju
adakah benar keinginanku
adakah benar aku berharap
adakah semua berada tetap


beri aku selintas tahu..

Sabtu, 31 Oktober 2009

pada ujung kemaraumu..

.

di ujung kemaraumu kubertanya

pada angin pagi yang berlalu

kabar apa yang di bawa

suka cita ataukah haru biru


tanah disana tlah merekah

menanti tetes – tetes kan membasah

rerumputan mengerontang

menunggu dalam gersang

hujanmu … kapan datang


di ujung kemaraumu kumerenung

menatap langit menunggu medung

kapan jatuhkan bulir-bulir itu

yang kan menderu

meramu hidup baru


kemaraumu kan berlalu

membawa serta gersang

melayang


di ujung kemaraumu kuberharap

lemparkan pandang lekat menatap

mega mega berarak

membawa asa

bukan bencana


di ujung kemaraumu

segala rasaku

terpadu

sendu

aku masih ada

.
cercah cahaya itu..

terkejap di ujung sana

membangkitkan asaku

yang tlah surut dan hampir padam


kubentang lagi sayapku yang melunglai

dan kualirkan kembali semangat

ke buluh - buluh nadiku

kukepakkan perlahan

melayang..

terbang..

indahnya harapan itu..

kuhirup sejuknya hawa

segarnya mengembang di rongga dada


ooohh.. dunia


hampir aku tersungkur..

lebur..

hancur dan tak berbentuk

remuk..

terpuruk oleh kelam

legam..

tenggelam dalam pekat


ketika aku diujung patah harap

cahyamu datang

menerang..

membawaku tersenyum

senyum yang selama ini hanya semu

kini bebas terhias dibibir


ooohh dunia…


kau lihatlah..

aku bisa…

aku ada…

aku bukanlah sekedar penggenap

yang tak punya asa dan harap


mungkin tak sebesar mereka

namun ku masih punya muka

untuk kutunjukkan padamu


oohh dunia..

Minggu, 27 September 2009

datang terang itu

.
ohhhh
cahaya itu terpijar sudah
dekat dan semakin dekat
terang dan semakin terang
ohhh
kuharap ini bukan sesaat
terangnya memberi harap

setelah terhempas gelombang
dalam gelap badai

anginpun mulai semilir
membelai sejuk
membawa harum aroma bunga

datanglah
datanglah asa
kembanglah
kembanglah harap

dan
cerah cemerlang membenderang
segala lelah terbayar sudah

bodohnya aku..

.

kembali kurasakan

segalanya porak poranda

salahkan aku yang tak bisa

menjaga hati dan rasa

salahkan aku yang tak bisa

menahan diri dari goda

salahkan aku yang tak bisa

berjalan pada harusnya

lemahnya diriku

untuk menjaga hati ini

lemahnya hatiku

untuk bertahan dari goda

lemahnya rasaku

untuk menjaga segala

ingin kuminta tampar aku

namun ku takut tak kuasa

menerima tamparanmu

sungguh

bodohnya aku

telah menyiakan kehadiranmu

bodohnya aku

tak bisa menjaga kebersamaanmu

bodohnya aku

melewatkan keindahanmu

bodohnya aku…

membiarkan semuanya berlalu

dalam bodohanku

ku bersedih

karena kebodohanku

ku menangis

karena kebodohanku

ku meratap

karena kebodohanku

ohhh

mengapa aku begitu lemah

mengapa aku begitu lemah

mengapa…

mengapa…

Sabtu, 29 Agustus 2009

sungguhhh..ini bukan mauku..

.

sungguh ku tak tau

bukan ini yang ku mau


aku terjebak dalam langkahku

dan tak ingin melukai rasa

kucoba bertahan dalam ombak

dengan segala daya yang kupunya


dalam satu langkahku

coba ku kuak jalan baru

dalam harap hatiku

jalan yang lurus dan halus


namun ternyata ku keliru

jalan ini terjal dan berliku

kerikil dan batu menghalangi

langkah kaki


dan aku tak mungkin kembali

ku tak bisa kembali


dan kini ku coba tetap bertahan

kupertaruhkan segala

rasa..

daya..

segala…


dengan harap akan ada cahaya

diujung perjalanan ini


kadang aku bertanya

coba apa yang sedang mendera

apakah ini adanya karma


dan aku kembali bertanya

andai ini karna karma

gerangan apa yang telah ku langgar


sungguh..

ini bukan pilihanku

ini bukan kehendakku

aku terjebak dalam jalanku

dan aku tak bisa menghindarinya

di batas harapan

.

iringan mega diujung agustus

tersenyum setengah padaku

saat tatapanku menerawang jauh

menenbus batas lamunan jiwa


asaku… masihkah kau disana

menungguku untuk menjemputmu.


namun kini sayap-sayapku tlah melunglai

letih menempuh batas langit kehidupan

ku ditepi pantai putus asaku

yang mencapai sisi keprasahan..


masih adakah kerlip terang diujung jalan

saat perjalanan hampir berakhir


aku tak ingin terus sendiri

menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini

aku ingin ada yang menemani

dan menggoreskan warna di jiwa sunyi


dan kini

diatas keping – keping waktu yang tersisa

aku terus berharap dalam do’a

disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada

aku terus melangkah dalam pasrah


dalam namamu hyang penguasa

masih ada harapan dan asa

bahwa akan datang adanya

guratan indah penuh warna


akan ku coba

dan terus kucoba

untuk bertahan

dan terus bertahan

Jumat, 28 Agustus 2009

pada keagunganmu

.

dari desah angin yang berlalu

kudengar gumamnya lirih

bertasbih akan namamu


dari ranting bambu yang bergoyang

kulihat geraknya gemulai

bersujud mengagungkan asmamu


indahnya simphoni alam ini

mengalunkan lagu pujian

mendesir…

mendesau…

membangkinkan gairah rasaku

terhanyut menyatu


membuatku kembali termangu

betapa kecil aku..

lebih kecil dari sebuah dzarah

yang tertebar di jagat raya ini


yang maha besar…

sungguh….

tak mampu lagi aku berkata..

melukiskan keagunganmu


dan semakin kusadari

aku hamba yang tak tahu diri


yang maha pemurah…

segala kesempurnaan..

hanya padamu

Minggu, 23 Agustus 2009

untuk kehadiranmu

.

kasih…

sekian waktu dalam penantianku.

dan kini kusambut kehadiranmu

hasrat ku yang tependam sendu

menggelora, membuncah

menyembur tak tertahan lagi


kasih..

datangmu diiringi alunan

senandung merdu angin sekaran

dan gemulai daun daun rambutan


ijinkan aku mendekapmu

dengan segenap ruas rindu yang kumau

ijinkan aku memelukmu

dengan segenap ruang waktu yang ku tahu

ijinkan aku mencumbumu

dengan seluruh batas ragaku


biar kurasakan segalanya

pada liuk gerakanmu

pada senandung desahmu

pada panas dan sejukmu


kan kuhayati rasa ini

di kering haus tenggorokanku

di lilit pedih perutku

di tetes tetes peluhku

di batas lunglai tubuhku


pada itu semua kureguk nikmat itu

kureguk nikmat bersamamu

kureguk nikmat didirimu


biarkan aku menuntaskan segala hasratku

sebelum tiba batas waktumu

untuk kembali meninggalkanku


tak ingin aku kehilangan

detik waktuku bersamamu

tak ingin aku melewatkan

nikmat belai dan cumbumu


tak ingin aku terpalingkan darimu

disetiap sempatku bersamamu


kekasihku

oh.. ramadhan

Kamis, 30 Juli 2009

Kenikmatan itu..

.

terpejam mata terhanyut jiwa

melambung menikmati kesyahduan kasihmu

yang merayap menjamah rasaku

membawa aku pada alam maya


dalam rentangan waktu yang terpajang

betapa kurasakan tak putus limpahan itu

satu…satu… semua tertata dalam jalinan

terangkai dan mengalir pasti

menyatu dalam irama hidup yang mendayu


indahnya.

tak tertara

nikmatnya

tak terkata


aku mencoba mendesah merdu

menyenandungkan irama gerakmu

dan mengimbangi alunan rimamu

dengan segala daya tenagaku

kadang aku tersengal dalam nafasku

namun kunikmati itu

kadang aku terseok dalam langkahku

tetap kunikmati itu


karena setiap titik yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap tetes yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap pedih yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap nyeri yang engkau berikan

adalah kenikmatan


dan aku tak ingin kehilangan

setiap detik dari nikmat itu

dan aku ingin kau ijinkan

mendesah merdu bersamamu


aku yang slalu merindumu

aku yang slalu merindu

akan segala kasihmu

tuhanku

Kamis, 16 Juli 2009

indahnya berbagi

.

selagi angin masih berhembus

dan menggoyang daun – daun rambutan

hembuskanlah nafas kasih sayangmu

untuk menggoyang dan mengelus kehidupan


biarkan sayap- sayap ikhlasmu terentang

mengapak menjelajah luasnya kehidupan


lihat disana……….

kehidupan pahit masih mereka rasakan

mereka yang dengan ikhlas menerima nasibnya

memungut rezki dari serpih-serpih yang tersisa


jangan biarkan hatimu buta membatu

tebarkan air cinta penyejuk hati pada sesama

dentingkan dawai jiwamu dengan tembang cahaya

yang menebar terang dan damai di sanubari


yah…

disana ada damai

disana ada bahagia

saat kita mampu berbagi bersama..

Jumat, 10 Juli 2009

aku jenuh

.
bersama terbit mentari
kusibak tirai mimpi malam hari
dan kembali kujalin hari-hari sepi
inikah alunan zigani yang kau beri..
bagai desah biola
yang melengking menyayat rasa di palung jiwa
jiwa yang hampa
karna hati yang luka lara

dimana... dimana engkau asa...
katakan engkau dimana
kan ku jemput adamu
walau di ujung langi biru

sebelum sayap sayapku melunglai
melanglang langit jiwa yang tak berbingkai
sebelum badanku remuk terpuruk
hancur luluh telindas jiwa yang rapuh

aahhhhh aku jenuh

Jumat, 03 Juli 2009

biarkan angan itu.

.

biarkan dia melambungkanmu

dalam cinta dan keinginanmu..

biarkan dia melenakanmu

dalam harapan dan keinginanmu


karena padanya ada gairah..

padanya ada keindahan

padanya ada semangat

padanya ada kenikmatan


bila kau kembali dan merasakan

pahitnya kenyataan

nikmatilah..

nikmatilah

dan bebas itu kamu..

lihat di ujung cakrawala sana

lengkung pelangi ronakan sejuta warna

memanggil dengan lembut mendesah manja

tawarkan kebebasan tanpa batas

terbanglah kesana dan kan kau temukan

kebebasan dan kedamaian yang ku cari


ketika kau rasa lelah membebanimu

itu hanyalah ciptaan dari hati yang ragu

ketika kau rasa dahaga mencekikmu

itu hanyalah kegalauan jiwa yang rancu

rentangkan sayapmu

kibaskan dan kepakkan

dan semuanya akan berlalu


akan kau rasa kebebasan itu

menyusup dalam setiap buluh nadi dan syaraf

merenggang lega mengembang di ruang jiwa

dalam dan diam..

Minggu, 21 Juni 2009

catatan kecil buat dik nna

.

bagaimana pagimu ini hari

cerahkah…

gundahkah….


sudah pasti cerah

karena engkau tak pernah mengenal

gundah


namun kini harimu berganti

kau harus bersiap diri

tak lagi hanya bersenda

tak lagi cuma bergurau


langkahmu semakin berat

kakimu harus kuat

kaki yang setiap hari

bermain-main dengan bola

kini mulai menapaki dunia


lihat disana

cakrawala telah terbuka

tidak hanya kikik dan nova

tidak cuma hugo dan sinta

ada sejuta … ada berjuta….

duniamu akan berbeda


kamu tak kan lagi suka

mandi telanjang sambil bercanda ria


harimu akan berbeda nnaa..

harimu akan berbeda


hanya pesanku…

bukalah cakrawalamu

karena didepan sana jalanan menipu

banyak cabang dan berliku


pilih jalanmu

pilih yang terang, rata dan lurus

agar engakau tak tersesat

agar engkau tak tersandung


agar engkau selamat ke tujuanmu

Andai ini takdirku............

.
andai ini takdirku

berikan aku kekuatanmu
untuk menjalaninya
dengan keikhlasanku

andai ini takdirku
berikan aku keikhlasanmu
untuk menapakinya
dengan ketulusanku

andai ini takdirku
berikan aku ketulusanmu
untuk menempuhinya
dengan kekuatanmu

namun sekalipun ini takdirku
tetap berikan izin aku
untuk berdoa dan memohon
agar kau ubah takdir ini

aku berusaha
aku berupaya
aku berdo'a
dan kau penguasa

Minggu, 14 Juni 2009

Sugeng Tanggap Warsa


nalikaning baskara sumunar

anyemburat ana akasa

kairing sabda laksa kukila

mecah sideming bawana

angawiti tekane dina


sedulur…..

ana ing ari respati cemengan

nemahi wanci tanggal 25 Juni

atur bahgya… atur bahgya….

sugeng tanggap warsa


tanggap warsa kuwi mung tambah yuswa

lan tambahing yuswa kuwi pratanda

supaya kita luwih wicaksana

lan manembah marang kang kwasa


sedulur….

aku tansah memuji lan nyenyuwun

mugi kang kwasa tansah anyinungi

marang lampahing urip ira


kanggo sedulur ing friendster

Dimana kasih itu

.

nanar pandangku menerawang cakrawala

mencari jawab sejuta tanya yang ada

dimana rasa kasih itu berada


jiwa mereka mengelana tanpa rasa

welas itu telah tak ada

asih itu telah sirna

yang ada hanya durjana dan angkara


hanya karena prasangka

segalanya jadi prahara

porak poranda


lupakah mereka rasa bersaudara

lupakah mereka rasa seiya

lupakah mereka pada hati

lupakah mereka untuk berbagi


yang ada hanya kepentingan diri


apa sebenarnya yang dicari…..


yang maha kasih

ajari mereka cara bicara

dengan bahasa kasihmu

ajari mereka cara berbagi

dengan rasa welas asihmu


yang maha kasih

hanya engkau yang bisa menjawab

semua tanya dihatiku


segalanya membuatku

tak bisa mengerti

tak habis mengerti

Senin, 25 Mei 2009

Mengenangmu

.
tiga kemarau tlah berlalu
melepaskan kepergianmu

dan aku masih termangu
serasa baru kemarin terjadi

masih kurasa hangat pelukmu
masih terngiang desah suaramu

dan air mataku
masih tak terbendung
kala kulantunkan doaku
untukmu

aku rindu ibu
ku selalu merindumu

kuyakin kau bahagia kini
dalam peluk sang maha kasih

aku tak ingin menggagumu

berbahagialah
bercengkeramalah

karena kepergianmu
adalah kasihnya juga

berbahagialah ibu
berbahagialah
dalam peluk tuhanmu

Minggu, 24 Mei 2009

pahit, getir dan pedih

.

pahit itu mendekapku

merasuk dan mengalir dalam hidup

menyusur buluh nadi darahku

terasa nikmat

memijit seluruh ujung saraf


getir itu memelukku

menyusup mengerayangi jiwaku

menjelajah menjamah sukma

terasa nikmat

mamacu denyut rasaku


pahitku terasa nikmat

getirku terasa nikmat


mewarnai indah rona hidup

mengisi seluruh ruang

penuhi tempayan batin

mendera

mereja

buatku jadi perkasa


dan pedih itu

adalah pelengkap segala

menambah sedap aroma

menoreh guratan warna

jadikan hidup

lebih berasa


dan pada akhir makna

pahit itu sirna

getir itu musna

pedih itu tiada

karena pada segala rasa yang ada

hati adalah rajanya

Kamis, 07 Mei 2009

Tak kan kubiarkanmu

.
aku bukanlah lentera surga
yang mampu menerangi gulita jagad raya
namun dengan pijar lilin yang ku punya
mampukah aku melawan berangus kegelapan yang kau rasa
dan dengan secawan air kasih yang kubawa
mampukah rindangkan dahan yang gersang meranggas
kering dan kelu
ku ingin …
ku coba …
ku tak kan biarkan engkau dalam kesendirian
mengarungi kepedihan dan kegalauanmu
meski dengan tangan kecil dan lunglai
ku ingin temanimu dalam lelah jiwa
dan yakinkanmu
engkau mampu

Minggu, 26 April 2009

Pada batas kembara

.
jauh sudah pengembaraan ini

ujung pelangi terlampaui

batas pantai terlewati

kaki langit tersinggahi

kemana lagi kan kutapaki


telah kulihat indah awan terpahat

telah kujumpa bukit hijau mempesona

telah kucumbu desah angin merayu

telah kurasa hangat alam meraba

namun belum kusapa tujuan nyata

masih tersisa dalam tanya

dimana...


ternyata semua yang kurasa

hanya sebuah fatamorgana


berulang kali kusadari

dan coba akhiri

pengembaraan ini

aku tergoda dan tergoda lagi

lagi

dan lagi


duhh gusti....

aku ingin berhenti..

aku tlah lelah menjalani

jiwaku melayang semu

anganku mengambang rancu

sukmaku meresah galau

ragaku mendesah parau


duh gusti....

aku ingin berhenti...

aku tak ingin hilang kendali

aku tak ingin tersesat diri


duh gusti....

beri kekuatan hati

beri ketabahan diri

membedung godaan ini