Jumat, 25 Desember 2009
beri aku selintas tahu
dalam satu lecutku
kembali terseruak egoku
dan kuucapkan padamu
apa sesungguhnya untukku
apa sebenarnya jalanku
beri aku selintas tahu
agar aku tidak terus termangu
atas arah yang harus kutuju
agar aku tidak terus meminta
atas apa yang bukan untukku
agar aku tidak terus berharap
atas apa yang tak kan kudapat
beri aku selintas tahu
adakah benar jalan yang kutuju
adakah benar keinginanku
adakah benar aku berharap
adakah semua berada tetap
beri aku selintas tahu..
Sabtu, 31 Oktober 2009
pada ujung kemaraumu..
di ujung kemaraumu kubertanya
pada angin pagi yang berlalu
kabar apa yang di bawa
suka cita ataukah haru biru
tanah disana tlah merekah
menanti tetes – tetes kan membasah
rerumputan mengerontang
menunggu dalam gersang
hujanmu … kapan datang
di ujung kemaraumu kumerenung
menatap langit menunggu medung
kapan jatuhkan bulir-bulir itu
yang kan menderu
meramu hidup baru
kemaraumu kan berlalu
membawa serta gersang
melayang
di ujung kemaraumu kuberharap
lemparkan pandang lekat menatap
mega mega berarak
membawa asa
bukan bencana
di ujung kemaraumu
segala rasaku
terpadu
sendu
aku masih ada
cercah cahaya itu..
terkejap di ujung sana
membangkitkan asaku
yang tlah surut dan hampir padam
kubentang lagi sayapku yang melunglai
dan kualirkan kembali semangat
ke buluh - buluh nadiku
kukepakkan perlahan
melayang..
terbang..
indahnya harapan itu..
kuhirup sejuknya hawa
segarnya mengembang di rongga dada
ooohh.. dunia
hampir aku tersungkur..
lebur..
hancur dan tak berbentuk
remuk..
terpuruk oleh kelam
legam..
tenggelam dalam pekat
ketika aku diujung patah harap
cahyamu datang
menerang..
membawaku tersenyum
senyum yang selama ini hanya semu
kini bebas terhias dibibir
ooohh dunia…
kau lihatlah..
aku bisa…
aku ada…
aku bukanlah sekedar penggenap
yang tak punya asa dan harap
mungkin tak sebesar mereka
namun ku masih punya muka
untuk kutunjukkan padamu
oohh dunia..
Minggu, 27 September 2009
datang terang itu
bodohnya aku..
.
kembali kurasakan
segalanya porak poranda
salahkan aku yang tak bisa
menjaga hati dan rasa
salahkan aku yang tak bisa
menahan diri dari goda
salahkan aku yang tak bisa
berjalan pada harusnya
untuk menjaga hati ini
lemahnya hatiku
untuk bertahan dari goda
lemahnya rasaku
untuk menjaga segala
namun ku takut tak kuasa
menerima tamparanmu
bodohnya aku
telah menyiakan kehadiranmu
bodohnya aku
tak bisa menjaga kebersamaanmu
bodohnya aku
melewatkan keindahanmu
bodohnya aku…
membiarkan semuanya berlalu
dalam bodohanku
karena kebodohanku
ku menangis
karena kebodohanku
ku meratap
karena kebodohanku
mengapa aku begitu lemah
mengapa aku begitu lemah
mengapa…
Sabtu, 29 Agustus 2009
sungguhhh..ini bukan mauku..
.
sungguh ku tak tau
bukan ini yang ku mau
aku terjebak dalam langkahku
dan tak ingin melukai rasa
kucoba bertahan dalam ombak
dengan segala daya yang kupunya
dalam satu langkahku
coba ku kuak jalan baru
dalam harap hatiku
jalan yang lurus dan halus
namun ternyata ku keliru
jalan ini terjal dan berliku
kerikil dan batu menghalangi
langkah kaki
dan aku tak mungkin kembali
ku tak bisa kembali
dan kini ku coba tetap bertahan
kupertaruhkan segala
rasa..
daya..
segala…
dengan harap akan ada cahaya
diujung perjalanan ini
kadang aku bertanya
coba apa yang sedang mendera
apakah ini adanya karma
dan aku kembali bertanya
andai ini karna karma
gerangan apa yang telah ku langgar
sungguh..
ini bukan pilihanku
ini bukan kehendakku
aku terjebak dalam jalanku
dan aku tak bisa menghindarinya
di batas harapan
.
iringan mega diujung agustus
tersenyum setengah padaku
saat tatapanku menerawang jauh
menenbus batas lamunan jiwa
asaku… masihkah kau disana
menungguku untuk menjemputmu.
namun kini sayap-sayapku tlah melunglai
letih menempuh batas langit kehidupan
ku ditepi pantai putus asaku
yang mencapai sisi keprasahan..
masih adakah kerlip terang diujung jalan
saat perjalanan hampir berakhir
aku tak ingin terus sendiri
menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini
aku ingin ada yang menemani
dan menggoreskan warna di jiwa sunyi
dan kini
diatas keping – keping waktu yang tersisa
aku terus berharap dalam do’a
disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada
aku terus melangkah dalam pasrah
dalam namamu hyang penguasa
masih ada harapan dan asa
bahwa akan datang adanya
guratan indah penuh warna
akan ku coba
dan terus kucoba
untuk bertahan
dan terus bertahan
Jumat, 28 Agustus 2009
pada keagunganmu
.
dari desah angin yang berlalu
kudengar gumamnya lirih
bertasbih akan namamu
dari ranting bambu yang bergoyang
kulihat geraknya gemulai
bersujud mengagungkan asmamu
indahnya simphoni alam ini
mengalunkan lagu pujian
mendesir…
mendesau…
membangkinkan gairah rasaku
terhanyut menyatu
membuatku kembali termangu
betapa kecil aku..
lebih kecil dari sebuah dzarah
yang tertebar di jagat raya ini
yang maha besar…
sungguh….
tak mampu lagi aku berkata..
melukiskan keagunganmu
dan semakin kusadari
aku hamba yang tak tahu diri
yang maha pemurah…
segala kesempurnaan..
Minggu, 23 Agustus 2009
untuk kehadiranmu
.
kasih…
sekian waktu dalam penantianku.
dan kini kusambut kehadiranmu
hasrat ku yang tependam sendu
menggelora, membuncah
menyembur tak tertahan lagi
kasih..
datangmu diiringi alunan
senandung merdu angin sekaran
dan gemulai daun daun rambutan
ijinkan aku mendekapmu
dengan segenap ruas rindu yang kumau
ijinkan aku memelukmu
dengan segenap ruang waktu yang ku tahu
ijinkan aku mencumbumu
dengan seluruh batas ragaku
biar kurasakan segalanya
pada liuk gerakanmu
pada senandung desahmu
pada panas dan sejukmu
di kering haus tenggorokanku
di lilit pedih perutku
di tetes tetes peluhku
di batas lunglai tubuhku
pada itu semua kureguk nikmat itu
kureguk nikmat bersamamu
kureguk nikmat didirimu
biarkan aku menuntaskan segala hasratku
sebelum tiba batas waktumu
untuk kembali meninggalkanku
tak ingin aku kehilangan
detik waktuku bersamamu
tak ingin aku melewatkan
nikmat belai dan cumbumu
tak ingin aku terpalingkan darimu
disetiap sempatku bersamamu
kekasihku
oh.. ramadhan
Kamis, 30 Juli 2009
Kenikmatan itu..
.
terpejam mata terhanyut jiwa
melambung menikmati kesyahduan kasihmu
yang merayap menjamah rasaku
membawa aku pada alam maya
dalam rentangan waktu yang terpajang
betapa kurasakan tak putus limpahan itu
satu…satu… semua tertata dalam jalinan
terangkai dan mengalir pasti
menyatu dalam irama hidup yang mendayu
indahnya.
tak tertara
nikmatnya
tak terkata
aku mencoba mendesah merdu
menyenandungkan irama gerakmu
dan mengimbangi alunan rimamu
dengan segala daya tenagaku
kadang aku tersengal dalam nafasku
namun kunikmati itu
kadang aku terseok dalam langkahku
tetap kunikmati itu
karena setiap titik yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap tetes yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap pedih yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap nyeri yang engkau berikan
adalah kenikmatan
dan aku tak ingin kehilangan
setiap detik dari nikmat itu
dan aku ingin kau ijinkan
mendesah merdu bersamamu
aku yang slalu merindumu
aku yang slalu merindu
akan segala kasihmu
Kamis, 16 Juli 2009
indahnya berbagi
.
selagi angin masih berhembus
dan menggoyang daun – daun rambutan
hembuskanlah nafas kasih sayangmu
untuk menggoyang dan mengelus kehidupan
biarkan sayap- sayap ikhlasmu terentang
mengapak menjelajah luasnya kehidupan
lihat disana……….
kehidupan pahit masih mereka rasakan
mereka yang dengan ikhlas menerima nasibnya
memungut rezki dari serpih-serpih yang tersisa
jangan biarkan hatimu buta membatu
tebarkan air cinta penyejuk hati pada sesama
dentingkan dawai jiwamu dengan tembang cahaya
yang menebar terang dan damai di sanubari
yah…
disana ada damai
disana ada bahagia
Jumat, 10 Juli 2009
aku jenuh
bersama terbit mentari
kusibak tirai mimpi malam hari
dan kembali kujalin hari-hari sepi
inikah alunan zigani yang kau beri..
bagai desah biola
yang melengking menyayat rasa di palung jiwa
jiwa yang hampa
karna hati yang luka lara
dimana... dimana engkau asa...
katakan engkau dimana
walau di ujung langi biru
sebelum sayap sayapku melunglai
melanglang langit jiwa yang tak berbingkai
sebelum badanku remuk terpuruk
hancur luluh telindas jiwa yang rapuh
aahhhhh aku jenuh
Jumat, 03 Juli 2009
biarkan angan itu.
.
biarkan dia melambungkanmu
dalam cinta dan keinginanmu..
biarkan dia melenakanmu
dalam harapan dan keinginanmu
karena padanya ada gairah..
padanya ada keindahan
padanya ada semangat
padanya ada kenikmatan
bila kau kembali dan merasakan
pahitnya kenyataan
nikmatilah..
dan bebas itu kamu..
lihat di ujung cakrawala
lengkung pelangi ronakan sejuta warna
memanggil dengan lembut mendesah manja
tawarkan kebebasan tanpa batas
terbanglah kesana dan
kebebasan dan kedamaian yang ku cari
ketika kau rasa lelah membebanimu
itu hanyalah ciptaan dari hati yang ragu
ketika kau rasa dahaga mencekikmu
itu hanyalah kegalauan jiwa yang rancu
rentangkan sayapmu
kibaskan dan kepakkan
dan semuanya akan berlalu
akan kau rasa kebebasan itu
menyusup dalam setiap buluh nadi dan syaraf
merenggang lega mengembang di ruang jiwa
Minggu, 21 Juni 2009
catatan kecil buat dik nna
bagaimana pagimu ini hari
cerahkah…
gundahkah….
sudah pasti cerah
karena engkau tak pernah mengenal
gundah
namun kini harimu berganti
kau harus bersiap diri
tak lagi hanya bersenda
tak lagi cuma bergurau
langkahmu semakin berat
kakimu harus kuat
kaki yang setiap hari
bermain-main dengan bola
kini mulai menapaki dunia
lihat disana
cakrawala telah terbuka
tidak hanya kikik dan nova
tidak cuma hugo dan sinta
ada sejuta … ada berjuta….
duniamu akan berbeda
kamu tak
mandi telanjang sambil bercanda ria
harimu akan berbeda nnaa..
harimu akan berbeda
hanya pesanku…
bukalah cakrawalamu
karena didepan
banyak cabang dan berliku
pilih jalanmu
pilih yang terang, rata dan lurus
agar engakau tak tersesat
agar engkau tak tersandung
Andai ini takdirku............
andai ini takdirku
berikan aku kekuatanmu
untuk menjalaninya
dengan keikhlasanku
andai ini takdirku
berikan aku keikhlasanmu
untuk menapakinya
dengan ketulusanku
andai ini takdirku
berikan aku ketulusanmu
untuk menempuhinya
dengan kekuatanmu
namun sekalipun ini takdirku
tetap berikan izin aku
untuk berdoa dan memohon
agar kau ubah takdir ini
aku berusaha
aku berupaya
aku berdo'a
dan kau penguasa
Minggu, 14 Juni 2009
Sugeng Tanggap Warsa
nalikaning baskara sumunar
anyemburat ana akasa
kairing sabda laksa kukila
mecah sideming bawana
angawiti tekane dina
sedulur…..
ana ing ari respati cemengan
nemahi wanci tanggal 25 Juni
atur bahgya… atur bahgya….
sugeng tanggap warsa
tanggap warsa kuwi mung tambah yuswa
lan tambahing yuswa kuwi pratanda
supaya kita luwih wicaksana
lan manembah marang kang kwasa
sedulur….
aku tansah memuji lan nyenyuwun
mugi kang kwasa tansah anyinungi
marang lampahing urip ira
kanggo sedulur ing friendster
Dimana kasih itu
.
nanar pandangku menerawang cakrawala
mencari jawab sejuta tanya yang ada
dimana rasa kasih itu berada
jiwa mereka mengelana tanpa rasa
welas itu telah tak ada
asih itu telah sirna
yang ada hanya durjana dan angkara
hanya karena prasangka
segalanya jadi prahara
porak poranda
lupakah mereka rasa bersaudara
lupakah mereka rasa seiya
lupakah mereka pada hati
lupakah mereka untuk berbagi
yang ada hanya kepentingan diri
apa sebenarnya yang dicari…..
yang maha kasih
ajari mereka cara bicara
dengan bahasa kasihmu
ajari mereka cara berbagi
dengan rasa welas asihmu
yang maha kasih
hanya engkau yang bisa menjawab
semua tanya dihatiku
segalanya membuatku
tak bisa mengerti
tak habis mengerti
Senin, 25 Mei 2009
Mengenangmu
tiga kemarau tlah berlalu
melepaskan kepergianmu
dan aku masih termangu
serasa baru kemarin terjadi
masih kurasa hangat pelukmu
masih terngiang desah suaramu
dan air mataku
masih tak terbendung
kala kulantunkan doaku
untukmu
aku rindu ibu
ku selalu merindumu
kuyakin kau bahagia kini
dalam peluk sang maha kasih
aku tak ingin menggagumu
berbahagialah
bercengkeramalah
karena kepergianmu
adalah kasihnya juga
berbahagialah ibu
berbahagialah
dalam peluk tuhanmu
Minggu, 24 Mei 2009
pahit, getir dan pedih
.
pahit itu mendekapku
merasuk dan mengalir dalam hidup
menyusur buluh nadi darahku
terasa nikmat
memijit seluruh ujung saraf
getir itu memelukku
menyusup mengerayangi jiwaku
menjelajah menjamah sukma
terasa nikmat
mamacu denyut rasaku
pahitku terasa nikmat
getirku terasa nikmat
mewarnai indah rona hidup
mengisi seluruh ruang
penuhi tempayan batin
mendera
mereja
buatku jadi perkasa
dan pedih itu
adalah pelengkap segala
menambah sedap aroma
menoreh guratan warna
jadikan hidup
lebih berasa
dan pada akhir makna
pahit itu sirna
getir itu musna
pedih itu tiada
karena pada segala rasa yang ada
Kamis, 07 Mei 2009
Tak kan kubiarkanmu
aku bukanlah lentera surga
yang mampu menerangi gulita jagad raya
namun dengan pijar lilin yang ku punya
mampukah aku melawan berangus kegelapan yang kau rasa
dan dengan secawan air kasih yang kubawa
mampukah rindangkan dahan yang gersang meranggas
kering dan kelu
ku ingin …
ku coba …
ku tak kan biarkan engkau dalam kesendirian
mengarungi kepedihan dan kegalauanmu
meski dengan tangan kecil dan lunglai
ku ingin temanimu dalam lelah jiwa
dan yakinkanmu
engkau mampu
Minggu, 26 April 2009
Pada batas kembara
ujung pelangi terlampaui
batas pantai terlewati
kaki langit tersinggahi
kemana lagi kan kutapaki
telah kulihat indah awan terpahat
telah kujumpa bukit hijau mempesona
telah kucumbu desah angin merayu
telah kurasa hangat alam meraba
namun belum kusapa tujuan nyata
masih tersisa dalam tanya
dimana...
ternyata semua yang kurasa
hanya sebuah fatamorgana
berulang kali kusadari
dan coba akhiri
pengembaraan ini
aku tergoda dan tergoda lagi
lagi
dan lagi
duhh gusti....
aku ingin berhenti..
aku tlah lelah menjalani
jiwaku melayang semu
anganku mengambang rancu
sukmaku meresah galau
ragaku mendesah parau
duh gusti....
aku ingin berhenti...
aku tak ingin hilang kendali
aku tak ingin tersesat diri
duh gusti....
beri kekuatan hati
beri ketabahan diri
membedung godaan ini
