div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Senin, 28 Juli 2008

Dipuncak bukit ini

.

di puncak bukit ini

saat senja meronakan langit

kuterpaku memandang kesana

semburat sapuan nila


dipuncak bukit ini

nampak terajut dicakrawala

gambaran wajahmu nan lembut

menjerat angan jiwa


dipuncak bukit ini

kumenanti saat kau kembali

terpancar senyummu dimataku

menggejolak rasa rinduku


walaupun bagaimana

manusia hanya bisa berencana

sang maha penguasa penentu segala

kita sekadar pelakonnya


dipuncak bukit ini

dulu aku melepas dirimu

tak terasa waktu yang berlalu

lah sampai tujuh kemarau


dipuncak bukit ini

kini aku mengenang cintamu

haruskah aku setia menunggu

sampai ujung umurku...

Sabtu, 26 Juli 2008

Perjalanan waktu

.

masih hangat didadaku

ku gendong kamu sambil

kedendangkan lagu lagu

saat aku menidurkanmu


masih terngiang ditelinga

saat kau mendendangkan

lagu montor-montor cilik

sambil kudongengkan

si jack and the beans talk

atau kancil nyolong timun


dan kau tak pernah bosan

mendengarnya

meski berulang dan berulang lagi


masih jelas dimata

saat kau mulai menapakan kaki

dan belajar berlari

sambil tertawa kesana kemari


serasa seperti baru kemarin


tak terasa waktu telah berlalu

kini harus kau kejar jalanmu


mencoba dengan segala kemampuan

menggapai angan dan cita

membuka takdir

untu masa depan


kadang aku rindu

kembali kemasa itu

melihat kembali kau yang lucu

dengan segala kebiasaanmu


dan sebentar lagi

kau harus belajar mandiri

kau harus bisa hadapi sendiri

semua tantangan hidup ini


( untuk aditiya raka )

Jumat, 25 Juli 2008

satu senja dibukit ini

.

tujuh kemarau

telah aku lalui perjalananku

dan kini aku kembali


terpaku memandang senja

diatas bukit ini..


dibukit ini

dibatas desa

disini terakhir kali

aku mengenggam tanganmu

sebelum kulepaskan kau..


engku pergi

aku pergi

menjalani takdir kita sendiri


luka itu sudah tertutup

namun goresannya yang dalam

meninggalkan parut

yang tak dapat kuhilangkan


adakah sekarang engkau bahagia

tak pernah ada kabar berita


dibukit ini

dibatas desa

kembali aku mengenang

indahnya saat itu

saat kupelukmu dan kugenggam tanganmu


dan bukit ini

hamparan ilalang dan rumput

tetap hijau menyelimuti

setia menjaga desa dan sungai


seperti janjiku

yang pernah ku ucap padamu

setia menjaga namamu

dalam hatiku

tanpa ada batas waktu


Hanya terpesona

.

kau memang cantik

bahasa tubuhmu yang gemulai

mempesona pandang mata


tak kupungkiri itu

aku suka


tutur kata yang lembut

cara bicara yang manja

gerak gaya yang membuai

suara yang mendayu

memaksaku untuk terpukau


namun entah mengapa

belum bisa membuatku

jatuh cinta


mungkin orang berkata

aku terpesona pada pandang pertama


ya aku terpesona

hanya terpesona

belum jatuh cinta

Senja terakhir

.

rona nila dilangit senja

ciptakan silhuet cinta

antara kita


kau tertegun dalam ragu

berurai air mata

saat harus menentukan arah

langkah mana harus ditempuh


akupun terdiam

tak mampu untuk berkata

ingin kutarik dirimu

dan kuajak untuk mengikutiku

namun aku masih ragu

bila bersamaku

mampukah aku membahagiakanmu


aku tak mau egois

yang kuinginkan

kamu bahagia

meskipun kita harus terluka

untuk memulainya


jika untukmu bahagia

kita harus berjauhan

aku harus rela


saat keputusan itu telah ada

kupeluk erat engkau

sambil kutitikan air mata

kusadari ketidak berdayaanku sebagai lelaki


sungguh ...

tak ingin kulepaskan kau

dan aku berjanji

takkan kuhapus kau dari dalam hati

selamanya...


kugenggam erat tanganmu

sekali lagi..


senja begitu indah..

namun begitu menyakitkan.

kedengung sebait lagu lama

”walau kita tak mungkin bersatu

diakhirat kita kan bertemu”

Rabu, 23 Juli 2008

Pagi

.

Suryamu tersenyum lebar

mencurahkan segala rahmatmu

yang kau titahkan padanya

untuk makhlukmu di buana


hangat

bangkitkan gairah

menapakan awal langkah

menelusuri hari


pagi adalah awal

dari kehidupan hari


dan akupun bertanya

apakah yang akan kudapatkan

pada hari ini

dan akupun berharap

hari ini akan membawa bahagia


dan akupun bertanya

apakah yang akan diberikan

pada hari ini

dan akupun berharap

hari ini akan memberi kebaikan


akupun berharap

hari ini lebih baik dari kemarin


pagimu selalu membawa harapan

pagimu selalu membawa angan

pagimu selalu membawa cita

pagimu selalu membawa asa


hangat mentari

sejuk angin

desah daun

kilau embun


adalah gambaran indah harapan

adalah lukisan tinggi angan

adalah ungkapan lambungan cita

adalah pancaran bubung asa

dan semua adalah

titah dan rencana

sang penguasa...

Selasa, 22 Juli 2008

Bahagia

adalah surya pagi hari
merekah semburat sinar cerah
beri harapan bagi semua
tersambut dengan gairah alam
kicau burung, sejuk angin, segar embun
awal sebuah keindahan


adalah mentari tengah hari
kuat memancar sinar hangat
pompakan bara semangat
membakar gairah karya
peluh keringat menyegarkan
memberi rasa kenikmatan

adalah baskara awal senja
pancarkan rona jingga
lukisan jiwa dalam keteduhan
guratkan warna kemanjaan
harmonis, romantis
menghanyutkan sukma jiwa

adalah pelangi sore hari
yang mendampingi mentari
setelah hujan berganti

adalah purnama raya
yang bersinar dimalam gulita
menyinari gelap angkasa

adalah tabur berjuta bintang
berkelip penuh pesan
hiasi langit pekat kelam

adalah segala keindahan yang tercipta
karna bahagia memang selalu indah

Sabtu, 19 Juli 2008

Pencarian..

.
dari hari ke hari
dalam hidupku
kucoba dan kucoba
untuk memahami dan mencari
apa makna dari segala
pelajaran yang kau berikan padaku

kadang ada rasa ragu
kadang ada rasa cemburu
kadang ada rasa bangga
kadang ada rasa tak terima

satu kali aku merasa
berat terbebani
lain kali aku merasa
beban itu adalah rizki
satu kali aku merasa
suatu ketidak adilan
lain kali aku merasa
ini adalah kasih sayang

aku mencoba mencari lagi
apa dan apa jawab dari semua ini

pada satu titik aku memahami
setiap apa dari yang kulalui
ternyata kau beri jawaban
pada langkah yang didepannya
segala apa yang kutanya hari ini
kau beri jawab esok hari

yahhh....
kau memang maha pemberi
maha atas segala apa yang terjadi
dan pada puncak semua ini
akhirnya aku sadari
sebuah jawaban atas semua tanyaku ini

sabar dan ikhlas
itulah jawaban yang kudapati

karena
apapun
bagaimanapun
yang terjadi harus terjadi
dan aku hanyalah pelakon
yang hanya bisa menjalani