Senin, 25 Mei 2009
Mengenangmu
.
tiga kemarau tlah berlalu
melepaskan kepergianmu
dan aku masih termangu
serasa baru kemarin terjadi
masih kurasa hangat pelukmu
masih terngiang desah suaramu
dan air mataku
masih tak terbendung
kala kulantunkan doaku
untukmu
aku rindu ibu
ku selalu merindumu
kuyakin kau bahagia kini
dalam peluk sang maha kasih
aku tak ingin menggagumu
berbahagialah
bercengkeramalah
karena kepergianmu
adalah kasihnya juga
berbahagialah ibu
berbahagialah
dalam peluk tuhanmu
tiga kemarau tlah berlalu
melepaskan kepergianmu
dan aku masih termangu
serasa baru kemarin terjadi
masih kurasa hangat pelukmu
masih terngiang desah suaramu
dan air mataku
masih tak terbendung
kala kulantunkan doaku
untukmu
aku rindu ibu
ku selalu merindumu
kuyakin kau bahagia kini
dalam peluk sang maha kasih
aku tak ingin menggagumu
berbahagialah
bercengkeramalah
karena kepergianmu
adalah kasihnya juga
berbahagialah ibu
berbahagialah
dalam peluk tuhanmu
Minggu, 24 Mei 2009
pahit, getir dan pedih
.
pahit itu mendekapku
merasuk dan mengalir dalam hidup
menyusur buluh nadi darahku
terasa nikmat
memijit seluruh ujung saraf
getir itu memelukku
menyusup mengerayangi jiwaku
menjelajah menjamah sukma
terasa nikmat
mamacu denyut rasaku
pahitku terasa nikmat
getirku terasa nikmat
mewarnai indah rona hidup
mengisi seluruh ruang
penuhi tempayan batin
mendera
mereja
buatku jadi perkasa
dan pedih itu
adalah pelengkap segala
menambah sedap aroma
menoreh guratan warna
jadikan hidup
lebih berasa
dan pada akhir makna
pahit itu sirna
getir itu musna
pedih itu tiada
karena pada segala rasa yang ada
Kamis, 07 Mei 2009
Tak kan kubiarkanmu
.
aku bukanlah lentera surga
yang mampu menerangi gulita jagad raya
namun dengan pijar lilin yang ku punya
mampukah aku melawan berangus kegelapan yang kau rasa
dan dengan secawan air kasih yang kubawa
mampukah rindangkan dahan yang gersang meranggas
kering dan kelu
ku ingin …
ku coba …
ku tak kan biarkan engkau dalam kesendirian
mengarungi kepedihan dan kegalauanmu
meski dengan tangan kecil dan lunglai
ku ingin temanimu dalam lelah jiwa
dan yakinkanmu
engkau mampu
aku bukanlah lentera surga
yang mampu menerangi gulita jagad raya
namun dengan pijar lilin yang ku punya
mampukah aku melawan berangus kegelapan yang kau rasa
dan dengan secawan air kasih yang kubawa
mampukah rindangkan dahan yang gersang meranggas
kering dan kelu
ku ingin …
ku coba …
ku tak kan biarkan engkau dalam kesendirian
mengarungi kepedihan dan kegalauanmu
meski dengan tangan kecil dan lunglai
ku ingin temanimu dalam lelah jiwa
dan yakinkanmu
engkau mampu
Langganan:
Postingan (Atom)
