div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Senin, 25 Mei 2009

Mengenangmu

.
tiga kemarau tlah berlalu
melepaskan kepergianmu

dan aku masih termangu
serasa baru kemarin terjadi

masih kurasa hangat pelukmu
masih terngiang desah suaramu

dan air mataku
masih tak terbendung
kala kulantunkan doaku
untukmu

aku rindu ibu
ku selalu merindumu

kuyakin kau bahagia kini
dalam peluk sang maha kasih

aku tak ingin menggagumu

berbahagialah
bercengkeramalah

karena kepergianmu
adalah kasihnya juga

berbahagialah ibu
berbahagialah
dalam peluk tuhanmu

Minggu, 24 Mei 2009

pahit, getir dan pedih

.

pahit itu mendekapku

merasuk dan mengalir dalam hidup

menyusur buluh nadi darahku

terasa nikmat

memijit seluruh ujung saraf


getir itu memelukku

menyusup mengerayangi jiwaku

menjelajah menjamah sukma

terasa nikmat

mamacu denyut rasaku


pahitku terasa nikmat

getirku terasa nikmat


mewarnai indah rona hidup

mengisi seluruh ruang

penuhi tempayan batin

mendera

mereja

buatku jadi perkasa


dan pedih itu

adalah pelengkap segala

menambah sedap aroma

menoreh guratan warna

jadikan hidup

lebih berasa


dan pada akhir makna

pahit itu sirna

getir itu musna

pedih itu tiada

karena pada segala rasa yang ada

hati adalah rajanya

Kamis, 07 Mei 2009

Tak kan kubiarkanmu

.
aku bukanlah lentera surga
yang mampu menerangi gulita jagad raya
namun dengan pijar lilin yang ku punya
mampukah aku melawan berangus kegelapan yang kau rasa
dan dengan secawan air kasih yang kubawa
mampukah rindangkan dahan yang gersang meranggas
kering dan kelu
ku ingin …
ku coba …
ku tak kan biarkan engkau dalam kesendirian
mengarungi kepedihan dan kegalauanmu
meski dengan tangan kecil dan lunglai
ku ingin temanimu dalam lelah jiwa
dan yakinkanmu
engkau mampu