div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Minggu, 26 April 2009

Pada batas kembara

.
jauh sudah pengembaraan ini

ujung pelangi terlampaui

batas pantai terlewati

kaki langit tersinggahi

kemana lagi kan kutapaki


telah kulihat indah awan terpahat

telah kujumpa bukit hijau mempesona

telah kucumbu desah angin merayu

telah kurasa hangat alam meraba

namun belum kusapa tujuan nyata

masih tersisa dalam tanya

dimana...


ternyata semua yang kurasa

hanya sebuah fatamorgana


berulang kali kusadari

dan coba akhiri

pengembaraan ini

aku tergoda dan tergoda lagi

lagi

dan lagi


duhh gusti....

aku ingin berhenti..

aku tlah lelah menjalani

jiwaku melayang semu

anganku mengambang rancu

sukmaku meresah galau

ragaku mendesah parau


duh gusti....

aku ingin berhenti...

aku tak ingin hilang kendali

aku tak ingin tersesat diri


duh gusti....

beri kekuatan hati

beri ketabahan diri

membedung godaan ini

senja di gerbang kemarau

.
matahari meredup merah
awan jingga mengelabu
membayangi
dan ranting ranting pasrah
menengadah sendu
menatapi
dipuncak bukit Trangkilan

teduh ….
syahdu….
beriring derai tempua
yang bergurau menyambut senja

ahhh
gerbang kemarau telah terbuka
angin berbisik manja
sebentar datang menggoyang dahan
pepohonan

tempua bertanya dalam diri
kemana kan pergi kemarau nanti
mencari hidup
membawa nasib
mencari untaian padi

dan tempua bertanya lagi
apa terjadi kemarau nanti
masihkah hidup
untungkah nasib
menahan nyawa diraga ini

angina terus berbisik manja
tak perduli resah tempua
merayu sendu membawa berita
senja ini kemarau tiba

bergulir..
waktu terus bergulir
musim terus bergulir
hidup terus bergulir
semua terus bergulir

gerbang kemarau telah terbuka
desah nafasnya telah menyapa
panas…
kering…
dan akan semakin kering

tempua semakin resah
pepohonan turut berkesah
bukit Trangkilan diam membisu
menatap cakrawala nanar terpaku
membeku

benarkah kemarau membawa resah

semua hanya bisa berserah
pasrah……

Selasa, 21 April 2009

Pengembaraanku

.
telah ku titi lengkung pelangi
telah ku rengkuh pesona pagi
telah ku reguk rona mentari
telah ku peluk gelora hati
jiwaku terasa teracuni
mabuk dalam alam maya
melambung melayang menjelajahi
masyuk terbuai dalam bayang

puaskah
segala hasrat tertuntaskan
tuntaskah
segala hasrat terpuaskan

kemana nanti semua berakhir
dimana nanti segala terpikir
adakah ini berikan makna
apakah terjawab semua tanya

kosong …
semua kosong
tak kudapat setetes air
pelepas dahaga jiwa raga

lalu apa…
yang kau cari selama ini
lalu mengapa
kau terus menelusuri
lalu kemana
kau akan langkahkan kaki
lalu dimana
tujuan tuk aku berhenti

kosong …
semua kosong…

pengembaraan ini tanpa arti
pengembaraan ini tanpa hati

kembali..
itu jawaban pasti
kembali dan jangan lagi
langkahkan kaki dan mengulangi
kembali dan jangan lagi
teruskan pengembaraan ini