div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Jumat, 05 Mei 2017

Udan ing pucuking ketiga

.
Tetes – tetes kuwi
Gawe adheming ati
Kang kagarang panasing surya
Ing pucuking ketiga

Adoh katawang ing cakrawala
Ana pangarep dawa
Tekaning kabagyan
Kang kagawa

Binareng tekaning ketiga

Bilakah...

.
rinduku membelah dada
tak terbendung dinding dan rongga
menyeruak
mendesak
meledak
menghambur berserak – serak

bilakah hasratku kan tertunai
bilakah anganku kan tercapai

hanya engkau yang tahu

tuhan…
sampai kapan
sampai kapan

namun aku yakin

titahmu pasti

Kamis, 04 Mei 2017

Galau diujung kemarau


Ku tertegun termangu
Tuk meneruskan langkah itu
Haruskah ku henti
Setelah liku yang kulalui

Kemarau kini telah menanti
setelah hujan dihari lalu
haruskah ini terjadi
dalam jalan langkahku

kembali aku tertegun ragu
tuk bertahan pada jalanku
ahh aku galau

hentikan langkah ataukah maju

Selasa, 09 Juni 2015

kucoba..

sebuah langkah lagi ..

kutapakkan

tegar tertatih

namun tetap ku tapak

berdiri..

kini aku berdiri

dalam keyakinanku

tak peduli duri

tak peduli kerikil

dan setapak melangkah lagi

langkah kecil yang kuharap

bisa buat ku berlari.. 

dalam keyakinan


Selasa, 30 Desember 2014

Dan kini...



dan kini..
semua tak lagi sama..
ada jalan yang harus kulalui
dalam diam dan suara

dan kini
tak lagi sesuka
ada batas yang menyisi
dalam luas yang melingkar

Rabu, 02 November 2011

Le...

.
Le...
rumangsaku lagi dek wingi sore
tak emban kowe nganggo slendang sandhatan..
karo dak nyanyekke lagu bermain layang-layang..
mlungker nylempit nang bangkek-an

hla kok dek wingi ora krasa..
kowe wis winisuda..

Le...
urip ngono ora gampang
lan sak iki nembe kawiwitan kanggomu
maknane urip kang sakbenere

Ya mung welingku..
tetepa dadi wong sing andhap asor..
aja blereng gilape donya..
aja ngadoh saka kang kuasa

Selasa, 01 November 2011

Gerimis di awal November

.
dan aku hanya termangu
dalam semilir aliran bayu
memandang rintik halus bergerai
menerawang menembus lepasnya pandang

apa tegambar samar tersebar
menanti hari mengitung waktu
satu... dua...
dan masih harus menunggu dan menanti..

dalam kesabaran..
dalam kesadaran...
dalam kepastian bimbang

dan gerimis terus merintik
ditengah sinar mentari
seolah berkata.. sekarang ini waktuku
mengalahlah kau barang sejenak..

dan aku berjalan dalam waktuku
ingin seperti gerimis
yang berusaha menggantikan mentari
setelah teriknya mengeringkan bumi..

dan gerimis itu datang
menyejuk tanah yang meranggas..

akankah segera ...???

Senin, 27 September 2010

sepi, sunyi, sendiri

.

Jika memang sepi ini untukku..

biar kurengkuh dia dalam dekapku..

jika memang sunyi ini milikku..

biar kupeluk dia dalam harapku..

dan sendiri yang kunikmati..

menemani lengang hati..

kupandang nanar kesana..

adakah ini hanya fatamorgana.. ??

Sabtu, 28 Agustus 2010

pijar itu

.
kerjapnya tak terang lagi
meredupkah..

mungkin anginmu terlalu kuat
jangan biarkan pijarku mati

tunggu aku..
beri aku waktumu

kemarin aku yang girang
karna pijarmu merembang terang

jangan tarik lagi sorot sinarmu
biarkan dia terus melaju

tunggu aku..
beri aku waktumu..

untuk lihat terangmu lagi

hadirmu..

.
bak sejenak dalam waktu
aku terburu..

inginku lebih lama bersama..
namun kau takkan bisa

sungguh..
bagai baru kemarin pagi
ku tebangun sahur dini

dan ini terasa sekejap
tak terasa ku dalam dekap

jalanku

.
dalam tapak ringan
jauh terawang angan

lorong panjang tak terukur
dalam langkah ku tepekur

sepi membalut hati
tak tahu apa dinanti

ringan mengambang
jauh melayang

meraba dalam gelap
hatiku senyap
hasratku lenyap
terbungkus pekat pengap

Sabtu, 10 Juli 2010

Nanar...

.

dalam senja hariku

ku berajak dalam nanar

satu-satu langkah menapak

tanpa ada pasti di jiwa


adakah senjaku penuh ceria

adakah senjaku berkabut duka


miris jiwaku bagai teriris

pedih perih berdarah nanah

jiwa berurai air mata

hati terbalut sejuta duri


hidup bagai tak berarti

terlalui dengan kesiaan

pergi tanpa kesan

lalu tanpa pesan


apa arti bahagia itu

tiada ada bisa dirasa

jauh tangan tuk merengkuh

namun semua bagai luluh

tiada ujud tersentuh


dalam senja hariku

tiada daya kuangkat muka

berat menggayut rasa

merunduk tunduk terpuruk


kulihat dunia tergelak

mentertawakan segala gerak

kulihat alam terbahak

meneriakkan segala muak


dan aku diam membisu

terbalut dalam kelu membeku

termenung dalam canggung

bingung…..


aku terus mencari dalam sisa jalanku

aku terus melangkah dalam balutan gerah

aku terus menunggu dalam sepinya ragu

aku terus berharap dalam selimut bimbang


dalam senja hariku

biarlah aku dalam aku

kan ku telan semua sedihku

kan kupeluk semua sepiku

ku tak ingin dunia tahu

betapa remuk lantak jiwaku

semua hanya aku….

Sabtu, 13 Februari 2010

I imagine

I imagine…

I imagine your eyes, your look;
I imagine your mouth, your voice;
I imagine your smile, your laughter;
I imagine your love, your caresses;
I imagine your sweet, your curves;
I imagine your body, your smell;
I imagine your warmth, your love;
I imagine your sleep, you wake up;
I imagine your lips, your first kiss;
I imagine ......
I imagine I am free to imagine !

The dream

.
In the dark,..

I turn .....

I seek you ...

My arms do meet only the vacuum,

the sheets are cold, you're not there !


You're not there, but yet I still taste your lips on my lips.


I still feel the softness of your skin,

the warmth of your body, your hugs,

your breath.


I still hear your sweet words,

your art,

your murmurs.


There was little we was one.

Now I am alone…

to be suspended in a vacuum.


I turn on the lamp.
I
sweat,
I'm sitting on the edge of the bed ...

I have dreamed !


Again it was a dream,

a beautiful dream that will follow me during my long moments of solitude.

Minggu, 24 Januari 2010

dalam pasrah

.
rasanya tiada lagi kesah

semua sudah curah
tiada harap
tiada asa
hanya ada pasrah..

telah kering segala
peluh dan keringat
telah tuntas segala
air mata
tiada asa
tiada harap

segala terasa
tlah sampai batas

mengaharap..
apa diharap
menunggu..
siapa ditunggu
menanti..
tiada yang dinanti

tiada asa
tiada harap

berjalan tanpa titik
pasti tapi tak berisi
mantap namun melayang

hanya keyakinan
dalam benar
membawa jiwa
dan badan..

semuanya teralur
dalam pasrah..

Jumat, 25 Desember 2009

beri aku selintas tahu

.
dalam satu lecutku
kembali terseruak egoku
dan kuucapkan padamu
apa sesungguhnya untukku
apa sebenarnya jalanku


beri aku selintas tahu
agar aku tidak terus termangu
atas arah yang harus kutuju
agar aku tidak terus meminta
atas apa yang bukan untukku
agar aku tidak terus berharap
atas apa yang tak kan kudapat


beri aku selintas tahu
adakah benar jalan yang kutuju
adakah benar keinginanku
adakah benar aku berharap
adakah semua berada tetap


beri aku selintas tahu..

Sabtu, 31 Oktober 2009

pada ujung kemaraumu..

.

di ujung kemaraumu kubertanya

pada angin pagi yang berlalu

kabar apa yang di bawa

suka cita ataukah haru biru


tanah disana tlah merekah

menanti tetes – tetes kan membasah

rerumputan mengerontang

menunggu dalam gersang

hujanmu … kapan datang


di ujung kemaraumu kumerenung

menatap langit menunggu medung

kapan jatuhkan bulir-bulir itu

yang kan menderu

meramu hidup baru


kemaraumu kan berlalu

membawa serta gersang

melayang


di ujung kemaraumu kuberharap

lemparkan pandang lekat menatap

mega mega berarak

membawa asa

bukan bencana


di ujung kemaraumu

segala rasaku

terpadu

sendu

aku masih ada

.
cercah cahaya itu..

terkejap di ujung sana

membangkitkan asaku

yang tlah surut dan hampir padam


kubentang lagi sayapku yang melunglai

dan kualirkan kembali semangat

ke buluh - buluh nadiku

kukepakkan perlahan

melayang..

terbang..

indahnya harapan itu..

kuhirup sejuknya hawa

segarnya mengembang di rongga dada


ooohh.. dunia


hampir aku tersungkur..

lebur..

hancur dan tak berbentuk

remuk..

terpuruk oleh kelam

legam..

tenggelam dalam pekat


ketika aku diujung patah harap

cahyamu datang

menerang..

membawaku tersenyum

senyum yang selama ini hanya semu

kini bebas terhias dibibir


ooohh dunia…


kau lihatlah..

aku bisa…

aku ada…

aku bukanlah sekedar penggenap

yang tak punya asa dan harap


mungkin tak sebesar mereka

namun ku masih punya muka

untuk kutunjukkan padamu


oohh dunia..

Minggu, 27 September 2009

datang terang itu

.
ohhhh
cahaya itu terpijar sudah
dekat dan semakin dekat
terang dan semakin terang
ohhh
kuharap ini bukan sesaat
terangnya memberi harap

setelah terhempas gelombang
dalam gelap badai

anginpun mulai semilir
membelai sejuk
membawa harum aroma bunga

datanglah
datanglah asa
kembanglah
kembanglah harap

dan
cerah cemerlang membenderang
segala lelah terbayar sudah

bodohnya aku..

.

kembali kurasakan

segalanya porak poranda

salahkan aku yang tak bisa

menjaga hati dan rasa

salahkan aku yang tak bisa

menahan diri dari goda

salahkan aku yang tak bisa

berjalan pada harusnya

lemahnya diriku

untuk menjaga hati ini

lemahnya hatiku

untuk bertahan dari goda

lemahnya rasaku

untuk menjaga segala

ingin kuminta tampar aku

namun ku takut tak kuasa

menerima tamparanmu

sungguh

bodohnya aku

telah menyiakan kehadiranmu

bodohnya aku

tak bisa menjaga kebersamaanmu

bodohnya aku

melewatkan keindahanmu

bodohnya aku…

membiarkan semuanya berlalu

dalam bodohanku

ku bersedih

karena kebodohanku

ku menangis

karena kebodohanku

ku meratap

karena kebodohanku

ohhh

mengapa aku begitu lemah

mengapa aku begitu lemah

mengapa…

mengapa…

Sabtu, 29 Agustus 2009

sungguhhh..ini bukan mauku..

.

sungguh ku tak tau

bukan ini yang ku mau


aku terjebak dalam langkahku

dan tak ingin melukai rasa

kucoba bertahan dalam ombak

dengan segala daya yang kupunya


dalam satu langkahku

coba ku kuak jalan baru

dalam harap hatiku

jalan yang lurus dan halus


namun ternyata ku keliru

jalan ini terjal dan berliku

kerikil dan batu menghalangi

langkah kaki


dan aku tak mungkin kembali

ku tak bisa kembali


dan kini ku coba tetap bertahan

kupertaruhkan segala

rasa..

daya..

segala…


dengan harap akan ada cahaya

diujung perjalanan ini


kadang aku bertanya

coba apa yang sedang mendera

apakah ini adanya karma


dan aku kembali bertanya

andai ini karna karma

gerangan apa yang telah ku langgar


sungguh..

ini bukan pilihanku

ini bukan kehendakku

aku terjebak dalam jalanku

dan aku tak bisa menghindarinya

di batas harapan

.

iringan mega diujung agustus

tersenyum setengah padaku

saat tatapanku menerawang jauh

menenbus batas lamunan jiwa


asaku… masihkah kau disana

menungguku untuk menjemputmu.


namun kini sayap-sayapku tlah melunglai

letih menempuh batas langit kehidupan

ku ditepi pantai putus asaku

yang mencapai sisi keprasahan..


masih adakah kerlip terang diujung jalan

saat perjalanan hampir berakhir


aku tak ingin terus sendiri

menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini

aku ingin ada yang menemani

dan menggoreskan warna di jiwa sunyi


dan kini

diatas keping – keping waktu yang tersisa

aku terus berharap dalam do’a

disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada

aku terus melangkah dalam pasrah


dalam namamu hyang penguasa

masih ada harapan dan asa

bahwa akan datang adanya

guratan indah penuh warna


akan ku coba

dan terus kucoba

untuk bertahan

dan terus bertahan

Jumat, 28 Agustus 2009

pada keagunganmu

.

dari desah angin yang berlalu

kudengar gumamnya lirih

bertasbih akan namamu


dari ranting bambu yang bergoyang

kulihat geraknya gemulai

bersujud mengagungkan asmamu


indahnya simphoni alam ini

mengalunkan lagu pujian

mendesir…

mendesau…

membangkinkan gairah rasaku

terhanyut menyatu


membuatku kembali termangu

betapa kecil aku..

lebih kecil dari sebuah dzarah

yang tertebar di jagat raya ini


yang maha besar…

sungguh….

tak mampu lagi aku berkata..

melukiskan keagunganmu


dan semakin kusadari

aku hamba yang tak tahu diri


yang maha pemurah…

segala kesempurnaan..

hanya padamu

Minggu, 23 Agustus 2009

untuk kehadiranmu

.

kasih…

sekian waktu dalam penantianku.

dan kini kusambut kehadiranmu

hasrat ku yang tependam sendu

menggelora, membuncah

menyembur tak tertahan lagi


kasih..

datangmu diiringi alunan

senandung merdu angin sekaran

dan gemulai daun daun rambutan


ijinkan aku mendekapmu

dengan segenap ruas rindu yang kumau

ijinkan aku memelukmu

dengan segenap ruang waktu yang ku tahu

ijinkan aku mencumbumu

dengan seluruh batas ragaku


biar kurasakan segalanya

pada liuk gerakanmu

pada senandung desahmu

pada panas dan sejukmu


kan kuhayati rasa ini

di kering haus tenggorokanku

di lilit pedih perutku

di tetes tetes peluhku

di batas lunglai tubuhku


pada itu semua kureguk nikmat itu

kureguk nikmat bersamamu

kureguk nikmat didirimu


biarkan aku menuntaskan segala hasratku

sebelum tiba batas waktumu

untuk kembali meninggalkanku


tak ingin aku kehilangan

detik waktuku bersamamu

tak ingin aku melewatkan

nikmat belai dan cumbumu


tak ingin aku terpalingkan darimu

disetiap sempatku bersamamu


kekasihku

oh.. ramadhan

Kamis, 30 Juli 2009

Kenikmatan itu..

.

terpejam mata terhanyut jiwa

melambung menikmati kesyahduan kasihmu

yang merayap menjamah rasaku

membawa aku pada alam maya


dalam rentangan waktu yang terpajang

betapa kurasakan tak putus limpahan itu

satu…satu… semua tertata dalam jalinan

terangkai dan mengalir pasti

menyatu dalam irama hidup yang mendayu


indahnya.

tak tertara

nikmatnya

tak terkata


aku mencoba mendesah merdu

menyenandungkan irama gerakmu

dan mengimbangi alunan rimamu

dengan segala daya tenagaku

kadang aku tersengal dalam nafasku

namun kunikmati itu

kadang aku terseok dalam langkahku

tetap kunikmati itu


karena setiap titik yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap tetes yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap pedih yang engkau berikan

adalah kenikmatan

setiap nyeri yang engkau berikan

adalah kenikmatan


dan aku tak ingin kehilangan

setiap detik dari nikmat itu

dan aku ingin kau ijinkan

mendesah merdu bersamamu


aku yang slalu merindumu

aku yang slalu merindu

akan segala kasihmu

tuhanku