Kang kagarang panasing surya
Ing pucuking ketiga
Adoh katawang ing cakrawala
Tekaning kabagyan
Kang kagawa
Binareng tekaning ketiga
div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }
Curahan rasa dalam kata
.
Jika memang sepi ini untukku..
biar kurengkuh dia dalam dekapku..
jika memang sunyi ini milikku..
biar kupeluk dia dalam harapku..
dan sendiri yang kunikmati..
menemani lengang hati..
kupandang nanar kesana..
adakah ini hanya fatamorgana.. ??
.
dalam senja hariku
ku berajak dalam nanar
satu-satu langkah menapak
tanpa ada pasti di jiwa
adakah senjaku penuh ceria
adakah senjaku berkabut duka
miris jiwaku bagai teriris
pedih perih berdarah nanah
jiwa berurai air mata
hati terbalut sejuta duri
hidup bagai tak berarti
terlalui dengan kesiaan
pergi tanpa kesan
lalu tanpa pesan
apa arti bahagia itu
tiada ada bisa dirasa
jauh tangan tuk merengkuh
namun semua bagai luluh
tiada ujud tersentuh
dalam senja hariku
tiada daya kuangkat muka
berat menggayut rasa
merunduk tunduk terpuruk
kulihat dunia tergelak
mentertawakan segala gerak
kulihat alam terbahak
meneriakkan segala muak
dan aku diam membisu
terbalut dalam kelu membeku
termenung dalam canggung
bingung…..
aku terus mencari dalam sisa jalanku
aku terus melangkah dalam balutan gerah
aku terus menunggu dalam sepinya ragu
aku terus berharap dalam selimut bimbang
dalam senja hariku
biarlah aku dalam aku
ku tak ingin dunia tahu
betapa remuk lantak jiwaku
semua hanya aku….
I imagine…
.
kembali kurasakan
segalanya porak poranda
salahkan aku yang tak bisa
menjaga hati dan rasa
salahkan aku yang tak bisa
menahan diri dari goda
salahkan aku yang tak bisa
berjalan pada harusnya
untuk menjaga hati ini
lemahnya hatiku
untuk bertahan dari goda
lemahnya rasaku
untuk menjaga segala
namun ku takut tak kuasa
menerima tamparanmu
bodohnya aku
telah menyiakan kehadiranmu
bodohnya aku
tak bisa menjaga kebersamaanmu
bodohnya aku
melewatkan keindahanmu
bodohnya aku…
membiarkan semuanya berlalu
dalam bodohanku
karena kebodohanku
ku menangis
karena kebodohanku
ku meratap
karena kebodohanku
mengapa aku begitu lemah
mengapa aku begitu lemah
mengapa…
.
sungguh ku tak tau
bukan ini yang ku mau
aku terjebak dalam langkahku
dan tak ingin melukai rasa
kucoba bertahan dalam ombak
dengan segala daya yang kupunya
dalam satu langkahku
coba ku kuak jalan baru
dalam harap hatiku
jalan yang lurus dan halus
namun ternyata ku keliru
jalan ini terjal dan berliku
kerikil dan batu menghalangi
langkah kaki
dan aku tak mungkin kembali
ku tak bisa kembali
dan kini ku coba tetap bertahan
kupertaruhkan segala
rasa..
daya..
segala…
dengan harap akan ada cahaya
diujung perjalanan ini
kadang aku bertanya
coba apa yang sedang mendera
apakah ini adanya karma
dan aku kembali bertanya
andai ini karna karma
gerangan apa yang telah ku langgar
sungguh..
ini bukan pilihanku
ini bukan kehendakku
aku terjebak dalam jalanku
dan aku tak bisa menghindarinya
.
iringan mega diujung agustus
tersenyum setengah padaku
saat tatapanku menerawang jauh
menenbus batas lamunan jiwa
asaku… masihkah kau disana
menungguku untuk menjemputmu.
namun kini sayap-sayapku tlah melunglai
letih menempuh batas langit kehidupan
ku ditepi pantai putus asaku
yang mencapai sisi keprasahan..
masih adakah kerlip terang diujung jalan
saat perjalanan hampir berakhir
aku tak ingin terus sendiri
menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini
aku ingin ada yang menemani
dan menggoreskan warna di jiwa sunyi
dan kini
diatas keping – keping waktu yang tersisa
aku terus berharap dalam do’a
disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada
aku terus melangkah dalam pasrah
dalam namamu hyang penguasa
masih ada harapan dan asa
bahwa akan datang adanya
guratan indah penuh warna
akan ku coba
dan terus kucoba
untuk bertahan
dan terus bertahan
.
dari desah angin yang berlalu
kudengar gumamnya lirih
bertasbih akan namamu
dari ranting bambu yang bergoyang
kulihat geraknya gemulai
bersujud mengagungkan asmamu
indahnya simphoni alam ini
mengalunkan lagu pujian
mendesir…
mendesau…
membangkinkan gairah rasaku
terhanyut menyatu
membuatku kembali termangu
betapa kecil aku..
lebih kecil dari sebuah dzarah
yang tertebar di jagat raya ini
yang maha besar…
sungguh….
tak mampu lagi aku berkata..
melukiskan keagunganmu
dan semakin kusadari
aku hamba yang tak tahu diri
yang maha pemurah…
segala kesempurnaan..
.
kasih…
sekian waktu dalam penantianku.
dan kini kusambut kehadiranmu
hasrat ku yang tependam sendu
menggelora, membuncah
menyembur tak tertahan lagi
kasih..
datangmu diiringi alunan
senandung merdu angin sekaran
dan gemulai daun daun rambutan
ijinkan aku mendekapmu
dengan segenap ruas rindu yang kumau
ijinkan aku memelukmu
dengan segenap ruang waktu yang ku tahu
ijinkan aku mencumbumu
dengan seluruh batas ragaku
biar kurasakan segalanya
pada liuk gerakanmu
pada senandung desahmu
pada panas dan sejukmu
di kering haus tenggorokanku
di lilit pedih perutku
di tetes tetes peluhku
di batas lunglai tubuhku
pada itu semua kureguk nikmat itu
kureguk nikmat bersamamu
kureguk nikmat didirimu
biarkan aku menuntaskan segala hasratku
sebelum tiba batas waktumu
untuk kembali meninggalkanku
tak ingin aku kehilangan
detik waktuku bersamamu
tak ingin aku melewatkan
nikmat belai dan cumbumu
tak ingin aku terpalingkan darimu
disetiap sempatku bersamamu
kekasihku
oh.. ramadhan
.
terpejam mata terhanyut jiwa
melambung menikmati kesyahduan kasihmu
yang merayap menjamah rasaku
membawa aku pada alam maya
dalam rentangan waktu yang terpajang
betapa kurasakan tak putus limpahan itu
satu…satu… semua tertata dalam jalinan
terangkai dan mengalir pasti
menyatu dalam irama hidup yang mendayu
indahnya.
tak tertara
nikmatnya
tak terkata
aku mencoba mendesah merdu
menyenandungkan irama gerakmu
dan mengimbangi alunan rimamu
dengan segala daya tenagaku
kadang aku tersengal dalam nafasku
namun kunikmati itu
kadang aku terseok dalam langkahku
tetap kunikmati itu
karena setiap titik yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap tetes yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap pedih yang engkau berikan
adalah kenikmatan
setiap nyeri yang engkau berikan
adalah kenikmatan
dan aku tak ingin kehilangan
setiap detik dari nikmat itu
dan aku ingin kau ijinkan
mendesah merdu bersamamu
aku yang slalu merindumu
aku yang slalu merindu
akan segala kasihmu