div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Sabtu, 29 Agustus 2009

sungguhhh..ini bukan mauku..

.

sungguh ku tak tau

bukan ini yang ku mau


aku terjebak dalam langkahku

dan tak ingin melukai rasa

kucoba bertahan dalam ombak

dengan segala daya yang kupunya


dalam satu langkahku

coba ku kuak jalan baru

dalam harap hatiku

jalan yang lurus dan halus


namun ternyata ku keliru

jalan ini terjal dan berliku

kerikil dan batu menghalangi

langkah kaki


dan aku tak mungkin kembali

ku tak bisa kembali


dan kini ku coba tetap bertahan

kupertaruhkan segala

rasa..

daya..

segala…


dengan harap akan ada cahaya

diujung perjalanan ini


kadang aku bertanya

coba apa yang sedang mendera

apakah ini adanya karma


dan aku kembali bertanya

andai ini karna karma

gerangan apa yang telah ku langgar


sungguh..

ini bukan pilihanku

ini bukan kehendakku

aku terjebak dalam jalanku

dan aku tak bisa menghindarinya

di batas harapan

.

iringan mega diujung agustus

tersenyum setengah padaku

saat tatapanku menerawang jauh

menenbus batas lamunan jiwa


asaku… masihkah kau disana

menungguku untuk menjemputmu.


namun kini sayap-sayapku tlah melunglai

letih menempuh batas langit kehidupan

ku ditepi pantai putus asaku

yang mencapai sisi keprasahan..


masih adakah kerlip terang diujung jalan

saat perjalanan hampir berakhir


aku tak ingin terus sendiri

menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini

aku ingin ada yang menemani

dan menggoreskan warna di jiwa sunyi


dan kini

diatas keping – keping waktu yang tersisa

aku terus berharap dalam do’a

disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada

aku terus melangkah dalam pasrah


dalam namamu hyang penguasa

masih ada harapan dan asa

bahwa akan datang adanya

guratan indah penuh warna


akan ku coba

dan terus kucoba

untuk bertahan

dan terus bertahan

Jumat, 28 Agustus 2009

pada keagunganmu

.

dari desah angin yang berlalu

kudengar gumamnya lirih

bertasbih akan namamu


dari ranting bambu yang bergoyang

kulihat geraknya gemulai

bersujud mengagungkan asmamu


indahnya simphoni alam ini

mengalunkan lagu pujian

mendesir…

mendesau…

membangkinkan gairah rasaku

terhanyut menyatu


membuatku kembali termangu

betapa kecil aku..

lebih kecil dari sebuah dzarah

yang tertebar di jagat raya ini


yang maha besar…

sungguh….

tak mampu lagi aku berkata..

melukiskan keagunganmu


dan semakin kusadari

aku hamba yang tak tahu diri


yang maha pemurah…

segala kesempurnaan..

hanya padamu

Minggu, 23 Agustus 2009

untuk kehadiranmu

.

kasih…

sekian waktu dalam penantianku.

dan kini kusambut kehadiranmu

hasrat ku yang tependam sendu

menggelora, membuncah

menyembur tak tertahan lagi


kasih..

datangmu diiringi alunan

senandung merdu angin sekaran

dan gemulai daun daun rambutan


ijinkan aku mendekapmu

dengan segenap ruas rindu yang kumau

ijinkan aku memelukmu

dengan segenap ruang waktu yang ku tahu

ijinkan aku mencumbumu

dengan seluruh batas ragaku


biar kurasakan segalanya

pada liuk gerakanmu

pada senandung desahmu

pada panas dan sejukmu


kan kuhayati rasa ini

di kering haus tenggorokanku

di lilit pedih perutku

di tetes tetes peluhku

di batas lunglai tubuhku


pada itu semua kureguk nikmat itu

kureguk nikmat bersamamu

kureguk nikmat didirimu


biarkan aku menuntaskan segala hasratku

sebelum tiba batas waktumu

untuk kembali meninggalkanku


tak ingin aku kehilangan

detik waktuku bersamamu

tak ingin aku melewatkan

nikmat belai dan cumbumu


tak ingin aku terpalingkan darimu

disetiap sempatku bersamamu


kekasihku

oh.. ramadhan