.
iringan mega diujung agustus
tersenyum setengah padaku
saat tatapanku menerawang jauh
menenbus batas lamunan jiwa
asaku… masihkah kau disana
menungguku untuk menjemputmu.
namun kini sayap-sayapku tlah melunglai
letih menempuh batas langit kehidupan
ku ditepi pantai putus asaku
yang mencapai sisi keprasahan..
masih adakah kerlip terang diujung jalan
saat perjalanan hampir berakhir
aku tak ingin terus sendiri
menyusuri jalan yang lusrus dan sepi ini
aku ingin ada yang menemani
dan menggoreskan warna di jiwa sunyi
dan kini
diatas keping – keping waktu yang tersisa
aku terus berharap dalam do’a
disisi ruas - ruas batas kekuatan yang ada
aku terus melangkah dalam pasrah
dalam namamu hyang penguasa
masih ada harapan dan asa
bahwa akan datang adanya
guratan indah penuh warna
akan ku coba
dan terus kucoba
untuk bertahan
dan terus bertahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar