Sabtu, 31 Oktober 2009
pada ujung kemaraumu..
.
di ujung kemaraumu kubertanya
pada angin pagi yang berlalu
kabar apa yang di bawa
suka cita ataukah haru biru
tanah disana tlah merekah
menanti tetes – tetes kan membasah
rerumputan mengerontang
menunggu dalam gersang
hujanmu … kapan datang
di ujung kemaraumu kumerenung
menatap langit menunggu medung
kapan jatuhkan bulir-bulir itu
yang kan menderu
meramu hidup baru
kemaraumu kan berlalu
membawa serta gersang
melayang
di ujung kemaraumu kuberharap
lemparkan pandang lekat menatap
mega mega berarak
membawa asa
bukan bencana
di ujung kemaraumu
segala rasaku
terpadu
sendu
di ujung kemaraumu kubertanya
pada angin pagi yang berlalu
kabar apa yang di bawa
suka cita ataukah haru biru
tanah disana tlah merekah
menanti tetes – tetes kan membasah
rerumputan mengerontang
menunggu dalam gersang
hujanmu … kapan datang
di ujung kemaraumu kumerenung
menatap langit menunggu medung
kapan jatuhkan bulir-bulir itu
yang kan menderu
meramu hidup baru
kemaraumu kan berlalu
membawa serta gersang
melayang
di ujung kemaraumu kuberharap
lemparkan pandang lekat menatap
mega mega berarak
membawa asa
bukan bencana
di ujung kemaraumu
segala rasaku
terpadu
sendu
aku masih ada
.
cercah cahaya itu..
terkejap di ujung sana
membangkitkan asaku
yang tlah surut dan hampir padam
kubentang lagi sayapku yang melunglai
dan kualirkan kembali semangat
ke buluh - buluh nadiku
kukepakkan perlahan
melayang..
terbang..
indahnya harapan itu..
kuhirup sejuknya hawa
segarnya mengembang di rongga dada
ooohh.. dunia
hampir aku tersungkur..
lebur..
hancur dan tak berbentuk
remuk..
terpuruk oleh kelam
legam..
tenggelam dalam pekat
ketika aku diujung patah harap
cahyamu datang
menerang..
membawaku tersenyum
senyum yang selama ini hanya semu
kini bebas terhias dibibir
ooohh dunia…
kau lihatlah..
aku bisa…
aku ada…
aku bukanlah sekedar penggenap
yang tak punya asa dan harap
mungkin tak sebesar mereka
namun ku masih punya muka
untuk kutunjukkan padamu
oohh dunia..
cercah cahaya itu..
terkejap di ujung sana
membangkitkan asaku
yang tlah surut dan hampir padam
kubentang lagi sayapku yang melunglai
dan kualirkan kembali semangat
ke buluh - buluh nadiku
kukepakkan perlahan
melayang..
terbang..
indahnya harapan itu..
kuhirup sejuknya hawa
segarnya mengembang di rongga dada
ooohh.. dunia
hampir aku tersungkur..
lebur..
hancur dan tak berbentuk
remuk..
terpuruk oleh kelam
legam..
tenggelam dalam pekat
ketika aku diujung patah harap
cahyamu datang
menerang..
membawaku tersenyum
senyum yang selama ini hanya semu
kini bebas terhias dibibir
ooohh dunia…
kau lihatlah..
aku bisa…
aku ada…
aku bukanlah sekedar penggenap
yang tak punya asa dan harap
mungkin tak sebesar mereka
namun ku masih punya muka
untuk kutunjukkan padamu
oohh dunia..
Langganan:
Postingan (Atom)
