Sabtu, 28 Agustus 2010
pijar itu
.
kerjapnya tak terang lagi
meredupkah..
mungkin anginmu terlalu kuat
jangan biarkan pijarku mati
tunggu aku..
beri aku waktumu
kemarin aku yang girang
karna pijarmu merembang terang
jangan tarik lagi sorot sinarmu
biarkan dia terus melaju
tunggu aku..
beri aku waktumu..
untuk lihat terangmu lagi
kerjapnya tak terang lagi
meredupkah..
mungkin anginmu terlalu kuat
jangan biarkan pijarku mati
tunggu aku..
beri aku waktumu
kemarin aku yang girang
karna pijarmu merembang terang
jangan tarik lagi sorot sinarmu
biarkan dia terus melaju
tunggu aku..
beri aku waktumu..
untuk lihat terangmu lagi
hadirmu..
.
bak sejenak dalam waktu
aku terburu..
inginku lebih lama bersama..
namun kau takkan bisa
sungguh..
bagai baru kemarin pagi
ku tebangun sahur dini
dan ini terasa sekejap
tak terasa ku dalam dekap
bak sejenak dalam waktu
aku terburu..
inginku lebih lama bersama..
namun kau takkan bisa
sungguh..
bagai baru kemarin pagi
ku tebangun sahur dini
dan ini terasa sekejap
tak terasa ku dalam dekap
jalanku
.
dalam tapak ringan
jauh terawang angan
lorong panjang tak terukur
dalam langkah ku tepekur
sepi membalut hati
tak tahu apa dinanti
ringan mengambang
jauh melayang
meraba dalam gelap
hatiku senyap
hasratku lenyap
terbungkus pekat pengap
dalam tapak ringan
jauh terawang angan
lorong panjang tak terukur
dalam langkah ku tepekur
sepi membalut hati
tak tahu apa dinanti
ringan mengambang
jauh melayang
meraba dalam gelap
hatiku senyap
hasratku lenyap
terbungkus pekat pengap
Langganan:
Postingan (Atom)
