. bersama terbit mentari kusibak tirai mimpi malam hari dan kembali kujalin hari-hari sepi inikah alunan zigani yang kau beri.. bagai desah biola yang melengking menyayat rasa di palung jiwa jiwa yang hampa karna hati yang luka lara
dimana... dimana engkau asa... katakan engkau dimana kan ku jemput adamu walau di ujung langi biru
sebelum sayap sayapku melunglai melanglang langit jiwa yang tak berbingkai sebelum badanku remuk terpuruk hancur luluh telindas jiwa yang rapuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar