div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Rabu, 11 Juni 2008

Puisi Untuk Bunda


.
telah terlalui perjalanan panjang itu
segala apa yang harus dihadapi
terterima dengan senyum

tahan semua rasa yang ada
pedas, perih, getir, apalagi manis
rengkuh semua tanggung jawab
meski langkah terseok tertatih
coba tetap tegar dan berdiri

sekali jatuh... berdiri lagi
dua kali jatuh... berdiri lagi


dengan kedua tangan yang gemetar..
karna beban yang berlebihan
kau antar buah hatimu
menuju gapura hidup yang kokoh
lewati jalan yang lurus rata

namun tatkala mereka telah bisa
menyuap nasi....
saat datang renta bagimu
dan hari-harimu hanya bisa
kau habiskan diatas kursi tua

terlihat dari seri wajahmu
engkau merasa bahagia saat itu
meski hanya dari kursi kau memandangi
hasil jerihmu tak sia - sia
telah kau antar mereka
kedunia yang penuh warna

Bunda..
sungguh..engkau tiada ternilai bagi kami
bahagia dan bangganya kami
telah terlahir dari rahimmu


dan kini...(Juni 2008)
tanpa terasa
telah setahun kau tinggal kami
namun bagi kami
terasa baru kemarin
kami berkumpul
memelukmu, mengantarmu, membimbingmu
melepasmu memenuhi panggilan takdirmu
menghadap kembali ke Tuanmu

kami ikhlas..Bunda
kami ikhlas..
namun kerinduan itu
selalu dan selalu datang mengetuk
dan kami tak dapat membendungnya lagi

Allah...
aku yakin telah Kau bahagiakan bundaku

ijinkanlah kami untuk selalu
mengenang dan mengenangnya
selalu dan selalu
hingga kami menghadapMu
dan menemuinya di surgaMU

Tidak ada komentar: