Minggu, 15 Maret 2009
Diambang kemarau
.
tetes - tetes itu masih bergulir
satu - satu
membasahi
hijau daun rambutan
yang semakin menua
dan
satu - satu
berjatuhan
dan hatiku menerawang
melayang jauh
mencari kesejatian diri
hujan yang mendera hari - hari
telah lelah dan terhenti
dan kemarau telah menanti
dan hatiku terus meranggas
hujanpun tak mampu
membuatnya hijau rimbun
seperti pohon rambutan itu
kemarau telah lama disini
menanti datang hujan penyejuk hati
disini kemarau menanti
di hati kemarau belum berganti
diambang kemarau
rambutan bersiap diri
menyambut panas mentari
dihati
kemarau tiada berhenti
menanti penyejuk hati
tetes - tetes itu masih bergulir
satu - satu
membasahi
hijau daun rambutan
yang semakin menua
dan
satu - satu
berjatuhan
dan hatiku menerawang
melayang jauh
mencari kesejatian diri
hujan yang mendera hari - hari
telah lelah dan terhenti
dan kemarau telah menanti
dan hatiku terus meranggas
hujanpun tak mampu
membuatnya hijau rimbun
seperti pohon rambutan itu
kemarau telah lama disini
menanti datang hujan penyejuk hati
disini kemarau menanti
di hati kemarau belum berganti
diambang kemarau
rambutan bersiap diri
menyambut panas mentari
dihati
kemarau tiada berhenti
menanti penyejuk hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar