div.TabView div.Tabs { width: 350px; height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; text-align: center; height: 24px margin-left:3px; padding-top: 3px; vertical-align: middle; -moz-border-radius-topleft:5px; -moz-border-radius-topright:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; -webkit-border-top-left-radius:5px; border-top-left-radius:5px; border-top-right-radius:5px; border: 1px solid #666666; border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font: 12px "Arial", Times New Roman, Serif; color: #000; font-weight: 900; } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #DDDDDD; } div.TabView div.Pages { width: 350px; height: 250px; clear: both; background-color: #FFFFFF; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px; border-radius:5px; border: 1px solid #666666; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Minggu, 15 Maret 2009

Diambang kemarau

.
tetes - tetes itu masih bergulir
satu - satu
membasahi

hijau daun rambutan
yang semakin menua
dan
satu - satu
berjatuhan

dan hatiku menerawang
melayang jauh
mencari kesejatian diri

hujan yang mendera hari - hari
telah lelah dan terhenti
dan kemarau telah menanti

dan hatiku terus meranggas
hujanpun tak mampu
membuatnya hijau rimbun
seperti pohon rambutan itu

kemarau telah lama disini
menanti datang hujan penyejuk hati

disini kemarau menanti

di hati kemarau belum berganti

diambang kemarau
rambutan bersiap diri
menyambut panas mentari

dihati
kemarau tiada berhenti
menanti penyejuk hati

Tidak ada komentar: